GARUDASULUT, MANADO – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Utara, Anik Yulius Selvanus, mengajak seluruh masyarakat Sulut untuk terus menghidupi nilai budaya luhur “Baku Tongka Baku Sayang” sebagai warisan identitas dan perekat perdamaian di Bumi Nyiur Melambai.
Menurutnya, budaya tersebut mencerminkan semangat kebersamaan, saling menopang, dan saling mengasihi di tengah keberagaman masyarakat Sulut.
“Mari kita baku tongka, baku sayang. Inilah budaya Sulawesi Utara yang harus terus kita jaga. Perbedaan predikat hanyalah soal pekerjaan dan cara kita menempuh kehidupan, tetapi yang utama adalah kita tetap bersatu,” ujar Anik.
Ia juga menegaskan bahwa menjaga martabat tanah leluhur merupakan tanggung jawab bersama. Setiap generasi, kata Anik, harus terus mewariskan nilai toleransi, cinta kasih, dan kebersamaan agar Sulut tetap dikenal sebagai daerah yang damai dan harmonis.
“Terima kasih untuk semua yang terus menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan cinta perdamaian. Ini sangat berarti, karena dengan saling mengingatkan, kita semakin kuat sebagai masyarakat yang rukun,” lanjutnya.
Dalam momentum Hari Minggu, Anik juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh masyarakat Sulut senantiasa diberkati.
“Selamat beribadah, kiranya kita semua diberkati, hidup dalam kecukupan bahkan sampai berkelimpahan. Mari terus menyebarkan kebaikan, karena bila kita sudah melakukan apa yang Tuhan perintahkan, selebihnya Tuhanlah yang berperkara,” pungkasnya.
Pesan ini menjadi penegasan kembali bahwa budaya dan iman berjalan seiring sebagai dasar dalam menjaga perdamaian di Sulawesi Utara. Dengan semangat “baku tongka, baku sayang,” masyarakat diharapkan terus menebar kasih dan menjaga keharmonisan (*)












