Gubernur Sulut YSK Prihatin Banjir Bandang di Siau: Kami akan Membantu Ringankan Beban Masyarakat

  • Bagikan

GARUDASULUT.COM — Banjir bandang melanda Lindongan III, Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur (Sitim), Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, Senin (5/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.45 WITA.

Bencana ini dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama kurang lebih lima jam tanpa henti. Akibatnya, aliran air bercampur material batu, tanah, dan kayu meluap dan menerjang permukiman warga.

Banjir bandang tersebut berdampak luas di sejumlah wilayah Kecamatan Siau Timur. Selain menyebabkan kerusakan material, bencana ini juga menimbulkan korban jiwa, korban hilang, serta korban luka-luka.

Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Paniki, Kelurahan Paseng, Kelurahan Bahu, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, Kampung Batusenggo, Kampung Beong, dan Kampung Salili.

Berdasarkan data sementara, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 11 jiwa, korban hilang 4 orang, dan korban luka-luka 18 orang.

Dari jumlah tersebut, dua korban luka berat direncanakan akan dirujuk ke rumah sakit di Kota Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah banjir bandang yang menimpa masyarakat Siau.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Kami sangat prihatin atas bencana ini,” ujar Gubernur YSK

Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Sulut akan hadir dan memberikan dukungan penuh bagi masyarakat terdampak, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana.

“Pemerintah Provinsi akan semaksimal mungkin membantu meringankan beban masyarakat di Siau. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten, TNI, Polri, dan instansi terkait terus dilakukan agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran. Kita semua berharap cuaca segera kembali normal,” tegas YSK.

Saat ini, upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sitaro bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat.

Fokus utama penanganan meliputi pencarian korban hilang, evakuasi warga terdampak, penanganan korban luka, serta pembukaan akses jalan yang tertutup material banjir.

Pemerintah Kabupaten Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *