Deklarasi “Satu Sulut Cinta Damai”: Gubernur YSK dan Tonaas Ishak Tambani Serukan Persatuan

  • Bagikan

GARUDASULUT, MANADO – Semangat persaudaraan dan kerukunan kembali ditegaskan dalam pertemuan antara Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK), bersama Tonaas Wangko Paesaan Ne Tua Tua Minaesa (PNTTM), Ishak Tambani, di Lantai 6 Kantor Gubernur Sulut.

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban ini menghasilkan penegasan bersama melalui deklarasi “Satu Sulut Cinta Damai”. Deklarasi tersebut menjadi simbol kuat bahwa pemerintah daerah bersama tokoh adat berkomitmen menjaga persatuan dan keharmonisan di Bumi Nyiur Melambai.

Gubernur YSK menuturkan bahwa Sulawesi Utara telah lama dikenal sebagai daerah dengan tingkat toleransi yang tinggi, baik dalam kehidupan sosial maupun keberagamaan. Ia menekankan, warisan kedamaian ini harus terus dirawat agar dapat menjadi fondasi pembangunan.

“Kedamaian adalah modal terbesar bagi kita semua. Persatuan masyarakat Sulut adalah kunci keberhasilan pembangunan. Karena itu, mari kita terus jaga persaudaraan dan kerukunan agar Sulut tetap menjadi rumah damai bagi semua orang,” ujar YSK.

Ia menambahkan, tidak ada pembangunan yang bisa berjalan di tengah perpecahan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan cinta damai sebagai sikap hidup sehari-hari, sekaligus warisan bagi generasi mendatang.

Senada dengan itu, Tonaas Wangko Ishak Tambani menegaskan dukungan penuh masyarakat Minaesa terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan kedamaian. Menurutnya, nilai-nilai adat Sulawesi Utara sejak dulu telah menekankan pentingnya kasih, saling menghargai, dan hidup berdampingan.

“Adat dan budaya Sulut selalu mengajarkan kita untuk menjaga harmoni. Nilai-nilai itu akan tetap menjadi benteng yang melindungi persaudaraan masyarakat Sulut di tengah dinamika zaman,” ucap Ishak Tambani.

Deklarasi ini tidak hanya meneguhkan komitmen pemerintah dan tokoh adat, tetapi juga menjadi pesan moral bagi seluruh warga Sulut agar selalu mengedepankan dialog, kebersamaan, dan kearifan lokal dalam menghadapi berbagai tantangan.

Dengan semangat Satu Sulut Cinta Damai, Sulawesi Utara kembali menunjukkan jati dirinya sebagai “Laboratorium Kerukunan”, sebuah daerah yang menjadi teladan persaudaraan dan kedamaian di Indonesia (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *